Bangkalan l bnewsjatim.id - Sebuah klaim menarik beredar mengenai asal-usul dan keistimewaan kefir, minuman fermentasi yang kini populer di berbagai belahan dunia. Disebutkan bahwa kefir, yang dipasarkan dengan nama "Kefir Prima + Kolostrum" oleh Bapak Taufikur Belajar Baik sesuai dengan SK.MENKUMHAM RI NOMOR.AHU-0011896.AH.01.07.TAHUN 2024, memiliki akar dari kata "Kafur" yang terdapat dalam Al-Qur'an. Bahkan, klaim tersebut menyebutkan adanya pengakuan dari kalangan non-muslim mengenai hal ini, meskipun disayangkan kurangnya perhatian dari para ulama Islam.

Menurut klaim yang beredar, kata "Kafur" dalam surat Al Insan ayat 5, yang dijelaskan lebih lanjut pada ayat 6 sebagai nama mata air di surga (merujuk pada Catatan Akhir Al-Qur'an versi Departemen Agama RI no 1536), mengalami perubahan pelafalan oleh lidah orang Barat menjadi "Kefir". Inilah yang kemudian diyakini menjadi nama internasional bagi minuman susu fermentasi tersebut.
Klaim ini kemudian dikaitkan dengan hadis riwayat Bukhari yang menyatakan bahwa Allah SWT tidak menurunkan penyakit melainkan juga menurunkan obatnya. Berdasarkan keyakinan ini, Kefir Prima + Kolostrum disebut-sebut mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes, abses, dan gangren. Lebih jauh lagi, diklaim bahwa kandungan immunoglobulin dan insulin dalam produk ini mampu bekerja secara efektif meskipun diberikan secara oral, sesuatu yang umumnya tidak terjadi karena enzim pencernaan. Mekanisme di balik fenomena ini tidak dijelaskan secara ilmiah, namun hasil kerjanya diklaim terlihat jelas.
Selain itu, probiotik dalam kefir disebut mampu menjaga kesehatan pencernaan, dan kandungan asam amino esensialnya terjamin lengkap. Klaim yang cukup berani menyatakan bahwa masalah diabetes dan autoimun dapat teratasi secara tuntas dan rasional melalui konsumsi produk ini.
Penting untuk menyikapi klaim-klaim di atas dengan pikiran terbuka namun tetap kritis. Berikut beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:
Baca Juga: AMI Audiensi dengan Dinas Kesehatan Surabaya, Bahas Dampak Bau PT Central Proteina Prima
- Etimologi "Kefir" dan "Kafur": Meskipun terdapat kemiripan fonetik, klaim mengenai asal-usul kata "Kefir" dari "Kafur" dalam Al-Qur'an memerlukan kajian etimologis yang mendalam dari para ahli bahasa dan sejarah. Sumber-sumber terpercaya mengenai sejarah kata "Kefir" umumnya mengaitkannya dengan bahasa di wilayah Kaukasus, tempat minuman ini pertama kali dikenal.
- Pengakuan Non-Muslim: Klaim mengenai pengakuan dari orang non-muslim tentang keterkaitan kefir dengan Al-Qur'an memerlukan bukti yang jelas dan spesifik.
- Efektivitas Kefir terhadap Penyakit: Penelitian ilmiah memang menunjukkan berbagai manfaat kesehatan dari kefir, terutama terkait dengan kesehatan pencernaan dan sistem imun. Namun, klaim mengenai kemampuannya untuk mengatasi diabetes, abses, dan gangren secara tuntas, apalagi dengan mekanisme penyerapan immunoglobulin dan insulin secara oral yang tidak lazim, memerlukan validasi melalui penelitian klinis yang ketat dan terpublikasi dalam jurnal ilmiah terpercaya.
Baca Juga: Syarat Baru Bikin SIM di Surabaya: Wajib Punya BPJS Kesehatan.
- Kandungan Nutrisi: Kefir memang merupakan minuman yang kaya nutrisi, termasuk probiotik dan beberapa asam amino esensial. Namun, klaim mengenai kelengkapan asam amino esensial dan kandungan immunoglobulin serta insulin yang signifikan perlu didukung oleh analisis nutrisi yang komprehensif.
Kefir adalah minuman fermentasi yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Namun, klaim yang menghubungkannya dengan ayat Al-Qur'an dan kemampuannya untuk mengatasi penyakit tertentu dengan mekanisme yang tidak biasa memerlukan kajian ilmiah yang lebih mendalam dan bukti yang kuat. Sebagai konsumen yang cerdas, penting untuk mencari informasi dari sumber yang kredibel dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan terkait masalah kesehatan.
Informasi lebih lanjut mengenai produk "Kefir Prima + Kolostrum" dapat diperoleh dengan menghubungi nomor telepon/WhatsApp yang tertera : +081216421601.(Red)
Editor : redaksi