Surabaya |bnewsjatim.id,- Dalam upaya memperkuat kinerja serta meningkatkan profesionalisme anggotanya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur meluncurkan program pembinaan fisik bertajuk “Olahraga Sore”. Program ini difokuskan kepada anggota polisi lalu lintas (Polantas) yang memiliki kelebihan berat badan (overweight) sebagai langkah nyata dalam menciptakan personel yang sehat, sigap, dan berwibawa di lapangan.
Program ini mulai digulirkan sejak pertengahan Juli 2025 dan dilaksanakan secara rutin setiap sore hari. Kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial atau temporer, melainkan menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang terhadap personel Ditlantas Polda Jatim.
Baca Juga: Gercep, Polda Jatim Ungkap Kasus Pembunuhan di Pasuruan Tersangka Ditangkap dalam Waktu 7 Jam
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si., dalam keterangannya pada Selasa (16/7/2025), menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respon terhadap pentingnya penampilan dan stamina prima dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, terutama di bidang lalu lintas.
“Kami tidak ingin ada anggota yang terkesan lamban atau tidak gesit saat menjalankan tugas di lapangan hanya karena faktor kelebihan berat badan. Karena itu, kami inisiasi program Olahraga Sore ini, khususnya bagi anggota yang terindikasi mengalami obesitas ringan hingga sedang,” jelasnya.
Kombes Iwan juga menekankan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan persuasif, bukan hukuman atau tekanan. Para anggota yang tergabung dalam program ini dibina langsung oleh instruktur kebugaran profesional dan diawasi oleh tim medis internal Polda Jatim. Aktivitas yang dilakukan meliputi senam ringan, joging, pelatihan fisik fungsional, hingga pemeriksaan berkala terkait kondisi kesehatan fisik masing-masing anggota.
Tak hanya olahraga, program ini turut memberikan pendidikan mengenai pola makan sehat, manajemen stres, dan pengaturan waktu istirahat. Tujuannya adalah untuk menciptakan polisi lalu lintas yang kuat secara fisik, mental, dan emosional.
“Kami ingin menciptakan polisi lalu lintas yang tidak hanya tangguh secara mental dan intelektual, tapi juga fisik. Penampilan juga harus mendukung wibawa di mata masyarakat,” tegas Kombes Iwan.
Para anggota Ditlantas yang mengikuti program ini menyambut baik inisiatif tersebut. Beberapa di antaranya mengaku merasa lebih segar dan termotivasi, bukan hanya untuk kepentingan tugas, tetapi juga demi kesehatan jangka panjang dan kebahagiaan keluarga mereka.
Baca Juga: Kapolda Jatim Pimpin Gelar Apel Pasukan ” Operasi Patuh Semeru 2025”
Dengan diterapkannya “Olahraga Sore”, Ditlantas Polda Jatim berharap dapat menjadi role model dalam pembinaan personel di tubuh kepolisian. Program ini mencerminkan semangat reformasi birokrasi internal, serta mendukung peningkatan pelayanan publik berbasis integritas dan profesionalisme.
Ditlantas Polda Jatim menunjukkan bahwa pembinaan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada kompetensi teknis, tetapi juga pada kesehatan dan kesejahteraan fisik personel, sebagai fondasi dari pelayanan yang prima kepada masyarakat. (Afrisal)
Editor : redaksi