Bangkalan, bnewsnasional.id — Ketegangan membara di Desa Gunung Sereng, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Warga setempat secara tegas menyuarakan mosi tidak percaya dan membantah pernyataan Kepala Desa Kades Gunung Sereng yang mengklaim bahwa penyaluran Bantuan Sosial Bansos Bulog di wilayah tersebut telah berjalan sesuai aturan dan tanpa penyimpangan.
Berdasarkan kesaksian warga, fakta di lapangan menunjukkan adanya ketidak sesuaian jumlah bantuan yang mereka terima. Warga mengaku hanya menerima bantuan berupa beras seberat 10 kilogram kg serta minyak goreng sebanyak 2 liter. Padahal, merujuk pada ketentuan prosedur distribusi yang seharusnya, setiap Keluarga Penerima Manfaat KPM berhak mendapatkan jatah penuh sebesar 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Baca Juga: Aroma Suap Kasus Judi Sabung Ayam Ba'engas, Kasat Reskrim Polres Bangkalan Pilih Bungkam
"Apa yang disampaikan Kades Gunung Sereng terkait bantahan itu sama sekali tidak benar. Kami warga kecil tidak mungkin mengada-ada atau berbohong. Kami memegang bukti fisik yang jelas bahwa jatah yang kami terima hanya 10 kilogram beras," ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya demi keamanan, dengan nada kecewa.
Warga menilai pemotongan jatah bantuan secara sepihak ini telah mencederai rasa keadilan dan melanggar prosedur hukum distribusi bansos. Mereka merasa dirugikan oleh kebijakan sepihak pemerintah desa dan mendesak aparat penegak hukum serta otoritas terkait untuk segera mengusut tuntas indikasi penyelewengan ini.
Baca Juga: Dugaan Potong Bansos Berbuntut Saling Tuding, Ketua FPB Seret Pemdes Patemon ke Ranah Hukum
Dugaan Alokasi untuk Pesta Agustusan Polemik ini kian memanas setelah muncul pengakuan dari beberapa warga yang menyebutkan adanya selentingan informasi bahwa sisa beras bansos yang tidak dibagikan tersebut diduga akan dialokasikan untuk membiayai pesta perayaan HUT RI pada 17 Agustus mendatang.
Bagi warga, alasan tersebut sangat tidak rasional dan tidak dapat dibenarkan karena mengorbankan hak pangan masyarakat miskin demi acara seremonial. Hal inilah yang memicu gelombang protes keras dari masyarakat yang merasa transparansi di tingkat desa telah runtuh.(20/7/2026)
Baca Juga: Dugaan Pemotongan Bansos Beras dan PKH Mandek di Desa Patemon Bangkalan, Warga Desak Usut Tuntas
Hingga laporan ini disusun, warga Desa Gunung Sereng terus menuntut adanya keterbukaan informasi publik dan keadilan nyata. Mereka meminta Camat Kwanyar serta Pemerintah Kabupaten Pemkab Bangkalan segera turun ke lapangan untuk melakukan mediasi dan audit independen agar hak-hak masyarakat kecil tidak terus dipermainkan.(Team/Red)
Editor : redaksi