SURABAYA, bnewsjatim.id - Diduga Seorang warga Surabaya berinisial SI melaporkan aksi tidak menyenangkan dan intimidasi yang dialaminya dari seorang pedagang baju batik berinisial YN, pemilik usaha YN Collection. Terduga pelaku diketahui beroperasi di Jalan Raya Pasar Tonaan, Binoh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Insiden yang meresahkan ini terjadi pada Sabtu malam (16/05/2026) di area pertokoan Indomaret Burneh, Bangkalan.
Peristiwa ini bermula ketika inisial SI berniat membatalkan pesanan baju batiknya karena dirasa tidak sesuai kesepakatan awal. Melalui pesan WhatsApp, inisial SI berinisiatif mengajak inisial YN untuk bertemu langsung guna menyelesaikan pembatalan tersebut secara baik-baik.
Bukannya mendapat solusi, di lokasi pertemuan SI justru mendapat tekanan hebat. Korban mengaku dipaksa oleh YN untuk memborong baju batik sebanyak 50 biji dengan total nilai mencapai Rp5.000.000.
Karena merasa tidak membutuhkan barang sebanyak itu, SI menolak secara halus dan menawarkan uang kompensasi pembatalan secara damai sebesar Rp1.000.000. Namun, tawaran tersebut justru memicu ketegangan.
"Saya tanya ke dia, 'Biasanya kalau ada orang yang membatalkan pesanan itu dikasih (ganti rugi) berapa?' Terus YN bilang, 'Rp1 juta,"Ujarnya
"Ya sudah, saya bilang oke saya kasih Rp1 juta untuk pembatalan pesanan saya. Tetapi YN tiba-tiba menolak dan tetap memaksa agar semua batik dibeli," ujar SI kepada awak media.
Melihat korban bersikeras menolak, YN langsung naik pitam. Ia diduga melakukan intimidasi dengan meneriaki SI sebagai "penipu" di depan umum. Aksi tersebut sengaja dilakukan guna memancing perhatian warga sekitar dan mempermalukan korban di tempat kejadian.
Situasi sempat makin memanas ketika seorang petugas parkir di lokasi turut campur dan membela pihak penjual. Namun, setelah petugas parkir tersebut menyaksikan sendiri bahwa SI sebenarnya memiliki iktikad baik dengan memberikan uang ganti rugi Rp1.000.000, oknum juru parkir (jukir) tersebut langsung terdiam dan tidak berkutik.
Diduga merasa diperas dan dirugikan, inisial SI akhirnya menantang balik inisial YN untuk menyelesaikan masalah ini di Polsek terdekat. Mendengar tantangan ke jalur hukum tersebut, YN yang semula agresif mendadak panik dan menolak keras saat diajak ke kantor polisi.
Baca juga: Warga Bangkalan Laporkan Wakil Ketua DPRD ke Polda Jatim atas Dugaan Penganiayaan di Gedung Dewan.
Meski kasus belum terselesaikan dan tidak ada titik temu, intimidasi tersebut menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban. Pasalnya, inisial YN sempat mengancam akan memviralkan video korban.
"Begitu sampai di rumah, istri saya tanya bagaimana urusan pesanannya. Saya jawab belum selesai, malah saya diancam mau diviralkan. Istri saya ketakutan sampai tidak bisa tidur memikirkan masalah ini," cerita SI dengan nada kecewa.
Melalui kejadian ini, SI berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada terhadap modus operandi pemaksaan pembeli dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum pedagang nakal.
Guna keberimbangan berita, awak media melakukan investigasi lapangan mendatangi kediaman YN. Namun, saat didatangi, pemilik usaha batik tersebut sedang tidak berada di rumah.
Baca juga: Warga Gundul Soket Laok Tragah Bangkalan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H - 2025M
Awak media kemudian menggali informasi dari salah satu tetangga di belakang kediaman inisial YN yang enggan disebutkan namanya. Menurut kesaksian sumber tersebut, inisial YN dikenal memiliki rekam jejak sosial yang kurang harmonis di lingkungan sekitar, terutama setelah ditinggal oleh almarhum ayahnya.
"Inisial YN itu sudah dari dulu begitu, Pak. Memang sekarang sudah sukses semenjak ditinggal Abahnya (almarhum). Dia itu sudah menikah tiga kali tapi tidak pernah lama. Diduga kalau sudah mendapatkan sesuatu dari sang suami, dia pasti pisah. Nanti selang beberapa hari menikah lagi, tapi hubungan tidak lama terus pisah lagi," ungkap narasumber tersebut.
Lebih lanjut, sumber tersebut juga membeberkan informasi lain terkait masa lalu inisial YN. "Beliau itu pernah bercerita kalau dulu pernah pacaran dengan Putra Bupati dugaan oknum anggota DPRD Bangkalan dan inisial YN punya anak satu cowok, tapi kurang tahu bapaknya yang mana," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak YN belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan intimidasi maupun pemaksaan transaksi yang dilaporkan oleh SI.(Team/Red)
Editor : redaksi