Bangkalan, bnewsjatim.id - Beredarnya serangkaian foto yang mengaitkan Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin dengan dukungan pencalonan Kepala Desa, DPRD, hingga Bupati di Bangkalan memicu kecaman keras dan keresahan di kalangan masyarakat. Warga menilai tindakan publikasi tersebut sebagai provokasi politik yang tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh maupun lembaga agama.
Polemik ini memuncak setelah foto pencalonan Bupati Bangkalan menjadi viral di media sosial, menyusul foto-foto pencalonan Kepala Desa dan anggota DPRD dari berbagai wilayah yang telah lebih dulu beredar. Kemunculan poster dukungan yang dikaitkan dengan Ponpes ini secara beruntun dianggap warga menunjukkan pola yang terstruktur dan disengaja, berpotensi kuat memecah belah kerukunan masyarakat menjelang kontestasi politik.
"Ini bukan lagi masalah perbedaan pilihan politik. Masalah ini sudah menimbulkan kehebohan di seluruh Bangkalan. Jika benar ada keterlibatan tokoh agama, kami merasa sangat kecewa dan terkhianati," ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya
Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa institusi dan pemuka agama seharusnya berperan sebagai penyejuk dan perekat umat, bukan sebaliknya, justru memantik kegaduhan atau permusuhan di ranah politik praktis.
Baca Juga: Pembangunan Di Desa Purworejo Diduga Banyak Kejanggalan, Transparansi Anggaran Dihilangkan
"Sangat disayangkan jika hal ini benar-benar dibuat atau disetujui oleh seorang Kiai. Tokoh agama harusnya menjaga marwahnya, jangan sampai menjadi provokator," tegas warga lainnya dengan nada prihatin.
Desakan agar pihak Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin dan Kiai yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka dinilai sangat mendesak. Hal ini penting dilakukan untuk meredam ketegangan yang sudah terjadi dan mengembalikan kepercayaan publik.
Pengamat sosial dan politik di Bangkalan menilai, jika polemik ini dibiarkan tanpa adanya sikap terbuka dan penjelasan yang memadai, dampaknya berpotensi terus bergulir dan menimbulkan friksi sosial yang berkepanjangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan atau pernyataan resmi baik dari Kiai yang dituding maupun dari pihak Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin terkait tudingan provokasi politik dan tuntutan maaf dari warga. Masyarakat Bangkalan sangat berharap persoalan sensitif ini dapat segera diselesaikan secara terbuka, bijaksana, dan bermartabat demi menjaga kondusivitas wilayah.(Team/Red)
Editor : redaksi