Usut Pengeroyokan Karnaval Sound Horeg, Polsek Jabung Panggil Kades Sidorejo

Malang, BnewsJatim - id – Menindaklanjuti laporan resmi korban pengeroyokan dalam acara karnaval sound horeg Bersih Desa Sidorejo, Polsek Jabung bergerak cepat. Aparat kepolisian langsung memanggil Kepala Desa Sidorejo, Mundir Ali, untuk dimintai keterangan.

Langkah hukum ini diambil menyusul insiden pengeroyokan yang mengakibatkan tiga orang penonton mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala. Tragisnya, salah satu korban merupakan seorang perempuan yang tengah hamil muda.

Baca Juga: ​"Kasus Dugaan Pengeroyokan di Lowokwaru Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejaksaan Namun Pelaku Belum Ditahan"

Kasus ini resmi ditangani Polsek Jabung berdasarkan laporan polisi nomor LP-B/06/VII/2026/SPKT/POLSEK JABUNG/RES MALANG/POLDA JATIM.

Kanit Reskrim Polsek Jabung, Aipda Tataq Ari, membenarkan pemanggilan kepala desa tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (20/7/2026).

“Benar, setelah para korban kami mintai keterangan dan dilakukan visum, saat ini pihak kami telah memanggil Kades Sidorejo untuk dimintai keterangan terkait dugaan pengeroyokan disertai penganiayaan,” terang Aipda Tataq.

Baca Juga: Dugaan Pembiaran Oknum Aparat di Sidoarjo, Warga Dikeroyok 50 Orang Usai Mediasi di Polsek Sukodono

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Raya Dusun Melokan, RT 003 RW 002, Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, saat para korban dan rekan-rekannya sedang menyaksikan jalannya karnaval.

Adapun tiga korban yang menjadi sasaran pengeroyokan meliputi,Denindra Putra Satria, Imron Rosadi,Indy Rahmawati (tengah mengandung anak pertama dengan usia kehamilan sekitar satu bulan)

Menanggapi langkah cepat kepolisian, Almar Firmansyah, S.H., selaku kuasa hukum para korban, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polsek Jabung.

Baca Juga: Pengaruh Insiden Pengeroyokan di Pasuruan, Polisi Minta CCTV Indomart Purwosari

“Saya mengapresiasi kinerja Polsek Jabung atas pemanggilan kepala desa ini. Kami berharap proses pemeriksaan berjalan transparan dan adil, sehingga kepolisian dapat segera menetapkan tersangka terhadap seluruh pelaku yang terlibat. Kami menuntut agar kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegas Almar

(Team/Red)

Editor : redaksi

Berita Terbaru