Ironi "Siang Pidato, Malam Ditangkap"

Mahfud MD Tak Kaget Kapolres Bima Kota Terjerat Narkoba, "Seringkali Siang Pidato, Malamnya Ditangkap"

Jakarta l BnewsJatim.id – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memberikan komentar menohok terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Mahfud mengaku sama sekali tidak terkejut dengan fenomena oknum pimpinan kepolisian yang terseret pusaran barang haram tersebut.

Menurut Mahfud, keterlibatan anggota hingga pejabat tinggi di tubuh Polri dalam kasus narkoba bukanlah barang baru dalam catatan hukum di Indonesia. Ia menilai pola penyimpangan ini sudah berulang kali terjadi sehingga tidak lagi menimbulkan keheranan di matanya.

Baca Juga: Kapolresta Banyuwangi dan Insan Pers Berbuka Puasa Bersama, Bahas Kamtibmas dan Kerja Sama Media

Mahfud mengingatkan publik bahwa skala kasus narkoba di kepolisian pernah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Ia merujuk pada perkara mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa Putra, yang sempat mengguncang institusi Polri dan kepercayaan masyarakat beberapa waktu lalu.

"Karena itu, jika sekarang ada level Kapolres yang tertangkap, bagi saya itu tidak lagi mengherankan. Polanya kerap berulang di institusi penegak hukum kita," ujar Mahfud MD

Baca Juga: Dugaan Setoran Narkoba di Lapas Bojonegoro, Integritas Petugas Dipertaruhkan

Lebih lanjut, Mahfud menyoroti adanya ironi besar dalam perilaku oknum aparat di lapangan. Ia memberikan sindiran tajam mengenai gaya kepemimpinan yang kerap berbanding terbalik dengan realita tindakan di balik layar.

"Di mana-mana sering kita lihat, seorang Kapolres baru saja berpidato dengan gagah memerintahkan tangkap pengedar narkoba, tapi ternyata malamnya dia sendiri sebagai koordinator yang ditangkap," ujar Mahfud.

Baca Juga: Skandal Narkoba Sampang, Barang Bukti 1 Kg Diduga Satu Tersangka Bebas Usai Setor 30 Juta

Selain masalah moralitas oknum, Mahfud juga menaruh perhatian serius pada celah hukum dalam penanganan kasus narkoba, terutama terkait manajemen barang bukti. Ia menengarai masih adanya dugaan penyimpangan dalam proses pemusnahan narkoba yang sering kali menjadi "celah gelap" bagi oknum nakal untuk bermain.

Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi Polri untuk melakukan pembenahan internal secara total, mengingat kepercayaan publik dipertaruhkan setiap kali ada pimpinan wilayah yang justru menjadi bagian dari jaringan kriminal yang seharusnya mereka berantas.

Editor : redaksi

Berita Terbaru